Skip to main content

Transit #Part 2

 


Waktu sudah menunjukan pukul 14.30, cuaca Jakarta siang itu sedang cerah-cerahnya. Aku keluar dari pintu kedatangan, diluar bandara aktivitas kendaraan cukup padat. Sesekali sopir taksi berbagai tujuan kota silih berganti menawarkan jasanya. Aku hanya tersenyum saat ditanya oleh beberapa sopir yang menanyakan mau pesan taksi dan tujuannya. “Mas, taksi…  mau kemana mas”? aku hanya tersenyum. Lagi-lagi Sopir itu menanyakan hal yang sama, lalu aku jawab mau ke Bandung pak. Sopir itu pun berlalu meninggalkan aku. “Kalau ke Bandung naik Primajasa aja mas?!” akupun tersenyum lagi, sambil bilang “iya pak”.

Sebelum menunggu keberangkatan Bus Primajasa, sambil melepas penat ak singgah duduk di kantin bandara, memesan satu cup Pop Mie dan secangkir kopi. Setelah merasa cukup kenyang, aku lalu bergegas menuju shelter Bus seiring dengan teriakan kondektur Bus, Bandung…Bandung.. Primajasa.. berkali-kali kondektur Bus itu berteriak.

Aku bergegas berlari menuju Bus dan segera mengambil tempat duduk di Kursi 6 A, sementara Kursi 6B masih kosong sampai pemberhentian Bus di terminal bandara berikutnya. Tiba-tiba datang seorang Ibu paruh baya berlogat sunda tersenyum kepadaku. “Punten…?!” iya bu “saya duduk disini ya..” iya bu.

Selama perjalanan aku masih tertuju dengan pesan whats App yang masih centang satu. Padahal pesan sudah aku kirim pukul 9 pagi tadi. Aku terdiam dalam lamunan, sampai si Ibu berkata “Kenapa yaa Aa’, kok melamun” ehh nggak Bu, hehe. “Mau ke Bandung juga y” iya bu, ada keperluan dari kantor. “Aslinya mana Aa’..” Saya Aslinya dari Belitung Bu, Tapi tempat kerja saya ada di Bangka Bu. “Bangka Belitung yaa, Babel yaa” ..Iya bu. “Bangka Belitung yang Laskar Pelangi itu yaa..” nah iya bu di Belitungnya. “Emangnya Bangka Belitung beda pulau yaa?” iya bu Beda pula, lalu aku menunjukan peta pulau Bangka Belitung melalui HP ku, ini bu bedanya. Lalu si Ibu mengangguk, sambil tersenyum. Mungkin dalam hati ibu itu, “ohh ternyata beda pulau”.

Perjalanan ke Bandung hari itu cukup melelahkan, kurang lebih 8 Jam di dalam Bus, hal ini terjadi karena ada perbaikan jalan tol yang menyebabkan kemacetan total. Selama perjalanan kamipuntak henti-hentinya bercerita. Si Ibu bercerita tentang anaknya yang sudah bekerja di Jakarta, sambil menunjukan foto anak sulungnya yang perempuan bersama 2 orang adiknya. Setelah melihat foto tersebut, aku spontan berucap “anaknya cantik, sama kayak Ibu nya…” Ibu lalu tersenyum sambil berucap “Biasa aja, Aa’…”

Bersambung

Comments

Popular posts from this blog

Game Angry Bird Sebagai Media Pembelajaran Fisika Pada Praktikum Gerak Parabola

Oleh : Virandy Putra Pembelajaran Fisika merupakan salah satu pelajaran yang paling dihindari oleh siswa. Bahkan Fisika merupakan pelajaran yang paling sulit diantara pelajaran yang lainnya, sehingga banyak siswa yang kurang bersemangat dalam belajar. Keadaan ini sungguh ironis mengingat ilmu fisika adalah salah satu ilmu   yang harus dikuasai bagi mereka yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi terutama pada jurusan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Kondisi yang sama juga dialami para siswa ditempat saya mengajar yaitu di SMA Negeri 1 Sijuk. Pembelajaran fisika kurang menarik perhatian siswa sehingga siswa kurang fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Melihat kondisi tersebut saya sebagai guru berinisiatif untuk membuat pelajaran lebih menarik dengan memanfaatkan game Angry Bird sebagai perangkat kegiatan praktikum khususnya pada konsep gerak benda. Dengan memanfaatkan game Angry Bird diharapkan siswa lebih bersemangat dalam mempelajari fisika dan te...

Pendidikan Kesetaraan Berbasis Proyek : Ekoenzim untuk Kecakapan Hidup

Pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari pendidikan non formal memiliki peranan yang sangat strategis dalam meyediakan akses pendidikan yang lebih inklusif dan kontekstual bagi masyarakat. Praktik pendidikan di program kesetaraan umumnya masih cendrung bersifat teoritis dan kurang mengaitkan kegiatan belajar dengan kehidupan nyata murid dalam hal ini warga belajar. Kondisi tersebut berakibat pada rendahnya keterlibatan dan makna belajar itu sendiri, untuk itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan dan kecakapan hidup dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, isu lingkungan khususnya pengelolaan sampah organik menjadi masalah yang semakin aktual di negara kita. Sampah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayur masih belum termanfaatkan secara optimal sehingga pengolahannya baru sebatas dibuang atau dibakar. Aktivitas membuang  atau membakar sisa sampah organik berpotensi mencemari lingkungan serta emisi gas rumah kaca. Kegiatan membua...

Antara Sisa Makanan, Kompos Tank dan Kandang Ayam

Satu tahun lalu, awal maret 2025 saya bersama keluarga (istri dan anak) memasuki babak baru kehidupan. Akhirnya kami pindah ke rumah yang baru selesai kami bangun, lokasinya bersebelahan dengan rumah mertua. Setelah beberapa tahun tinggal bersama mertua, Alhamdulillah akhirnya kami bisa memiliki rumah sendiri.  Sebagai keluarga yang baru pindah, kami seperti menemukan babak baru dalam kehidupan. Kami mulai belajar mengatur keuangan, cucian, masak sampai pada urusan pengelolaan sampah domestik rumah kami. Sejak awal saya dan istri berkomitmen untuk megolah sendiri sisa sampah dapur kami. Langkah awal yang kami lakukan adalah dengan memisahkan sampah organik (sisa makanan, sayur dan lain-lain) dengan sampah non-organik seperti plastik kemasan, keresek dan botol. Setiap hari kami pisahkan agar lebih mudah dalam mengolahnya. Seingatku diawal kami pindah rumah, seringkali kami memasak melebihi kebutuhan keluarga, hal ini berakibat pada sisa makanan yang menumpuk dan terpakasa harus kami...