Skip to main content

Transit #Part 1

 


Siang itu pukul 13.00 aku sudah duduk menunggu ke berangkatan menuju Jakarta via Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Setelah melakuan cek in diruang keberangkatan, aku bergegas menuju ruang tunggu. Pesawat berangkat pukul 13.15 begitu informasi dari toa bandara. Kali ini aku ditugaskan menuju dari perusahaan temapatku bekerja menuju Kota Bandung untuk mengikuti kegiatan training yang diadakan oleh perusahan yang ada dipusat.

Perusahaan tempatku bekerja merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di media yang salah satu cabangnya ada di kota Pangkal Pinang. Sudah 2 tahun ini aku bekerja di perusahaan tersebut.

Tampak dari kejauhan orang-orang sudah mulai berkerumunan menuju pintu no 2 untuk memasuki kabin pesawat. Aku segera bergegas menuju pintu no 2, setelh dilakukan pengecekan terhadap identitas dengan menunjukan KTP dan Boarding Pass aku dipersilahkan masuk ke kabin pesawat, temapat dudukku nomor 12 A. Aku sering iseng-iseng mengecek di nomor kursi, mencari nomor 13 dan selalu tidak menemukan no 13 di pesawat. Jadi hitungannya setelah seat no 12 A-B-C-D-E-F langsung nomor  14 A-B-C-D-E-F.

Pukul 13.30 peswat Take Off meninggalkan Pangkal Pinang dan bertolak langsung ke Jakarta. Dari jendela peswat hanya terlihat gumpalan awan, beberapa pramugari juga silih berganti menawarkan produk souvenir khas pesawat dan sesekali memberikan permen. Nafas aku tarik dalam-dalam membuka beberapa majalah travel yang ada di pesawat, 10 menit kemudian akupun tak sadar tertidur hingga saat mendengar informasi dari suara samar-samar “sebentar lagi kita akan mendarat Bandara Internasional Soekarno Hatta”

“Ahhh akhirnya sampai juga di Jakarta”, kataku dalam hati ..

Bersambung …

Comments

Popular posts from this blog

Game Angry Bird Sebagai Media Pembelajaran Fisika Pada Praktikum Gerak Parabola

Oleh : Virandy Putra Pembelajaran Fisika merupakan salah satu pelajaran yang paling dihindari oleh siswa. Bahkan Fisika merupakan pelajaran yang paling sulit diantara pelajaran yang lainnya, sehingga banyak siswa yang kurang bersemangat dalam belajar. Keadaan ini sungguh ironis mengingat ilmu fisika adalah salah satu ilmu   yang harus dikuasai bagi mereka yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi terutama pada jurusan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Kondisi yang sama juga dialami para siswa ditempat saya mengajar yaitu di SMA Negeri 1 Sijuk. Pembelajaran fisika kurang menarik perhatian siswa sehingga siswa kurang fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Melihat kondisi tersebut saya sebagai guru berinisiatif untuk membuat pelajaran lebih menarik dengan memanfaatkan game Angry Bird sebagai perangkat kegiatan praktikum khususnya pada konsep gerak benda. Dengan memanfaatkan game Angry Bird diharapkan siswa lebih bersemangat dalam mempelajari fisika dan te...

Pendidikan Kesetaraan Berbasis Proyek : Ekoenzim untuk Kecakapan Hidup

Pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari pendidikan non formal memiliki peranan yang sangat strategis dalam meyediakan akses pendidikan yang lebih inklusif dan kontekstual bagi masyarakat. Praktik pendidikan di program kesetaraan umumnya masih cendrung bersifat teoritis dan kurang mengaitkan kegiatan belajar dengan kehidupan nyata murid dalam hal ini warga belajar. Kondisi tersebut berakibat pada rendahnya keterlibatan dan makna belajar itu sendiri, untuk itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan dan kecakapan hidup dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, isu lingkungan khususnya pengelolaan sampah organik menjadi masalah yang semakin aktual di negara kita. Sampah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayur masih belum termanfaatkan secara optimal sehingga pengolahannya baru sebatas dibuang atau dibakar. Aktivitas membuang  atau membakar sisa sampah organik berpotensi mencemari lingkungan serta emisi gas rumah kaca. Kegiatan membua...

Antara Sisa Makanan, Kompos Tank dan Kandang Ayam

Satu tahun lalu, awal maret 2025 saya bersama keluarga (istri dan anak) memasuki babak baru kehidupan. Akhirnya kami pindah ke rumah yang baru selesai kami bangun, lokasinya bersebelahan dengan rumah mertua. Setelah beberapa tahun tinggal bersama mertua, Alhamdulillah akhirnya kami bisa memiliki rumah sendiri.  Sebagai keluarga yang baru pindah, kami seperti menemukan babak baru dalam kehidupan. Kami mulai belajar mengatur keuangan, cucian, masak sampai pada urusan pengelolaan sampah domestik rumah kami. Sejak awal saya dan istri berkomitmen untuk megolah sendiri sisa sampah dapur kami. Langkah awal yang kami lakukan adalah dengan memisahkan sampah organik (sisa makanan, sayur dan lain-lain) dengan sampah non-organik seperti plastik kemasan, keresek dan botol. Setiap hari kami pisahkan agar lebih mudah dalam mengolahnya. Seingatku diawal kami pindah rumah, seringkali kami memasak melebihi kebutuhan keluarga, hal ini berakibat pada sisa makanan yang menumpuk dan terpakasa harus kami...