Skip to main content

4 Kompetensi Guru

 


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Dengan demikian guru adalah orang yang bisa meyampaikan pengetahuan kepada orang lain (murid atau peserta didik). Secara lebih luas seorang guru harus mampu mendidik muridnya sehingga menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Menjadi seorang guru ditengah masyarakat harus dituntut serba bisa. Hal ini berkaitan dengan 4 Kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru. Keempat kompetensi adalah (1) Kompetensi Pedagogik (2) Kompetensi Profesional (3) Kompetensi Kepribadian (4) Kompetensi Sosial.

Kompetensi Pedagogik merupakan kompetensi yang dimiliki guru berkaitan dengan kemampuan mengajar dan mengemas konten pembelajaran didalam kelas. Ada cerita seorang guru yang tampil “keren” menyampaikan materi pelajaran sejarah dengan mengenakan topi Napoleon saat menjelaskan peristiwa Revolusi Perancis, ada guru Biologi yang mengajar dengan mengajak muridnya bereksperimen di linkungan sekolah serta masih banyak lagi contoh lainnya.

Kompetensi Profesional berkaitan dengan kompetensi bidang keilmuan yang dimiliki oleh guru, sederhanya tentang kualifikasi minimal yang harus dimilki oleh seorang guru sebelum dia mengajar. Kompetensi Kepribadian berkaitan dengan kepribadian guru yang harus tampil “sempurna” sempurna dalam arti minim kekurangan. Guru merupakan panutan semua orang baik bagi murid maupun masyarakat. Gerak gerik guru senantiasa jadi bahan perhatian bagi masyarakat baik perilaku yang baik maupun perilaku yang buruk. Semua yang dilakukan oleh seorang guru menjadi cerminan kepribadiannya. KOmpetensi yang terkahir adalah kompetensi sosial, kompetensi ini berkaitan dengan kegiatan sosial yang dilakukan guru sebagai bagian dari masyarakat.

Comments

Popular posts from this blog

Game Angry Bird Sebagai Media Pembelajaran Fisika Pada Praktikum Gerak Parabola

Oleh : Virandy Putra Pembelajaran Fisika merupakan salah satu pelajaran yang paling dihindari oleh siswa. Bahkan Fisika merupakan pelajaran yang paling sulit diantara pelajaran yang lainnya, sehingga banyak siswa yang kurang bersemangat dalam belajar. Keadaan ini sungguh ironis mengingat ilmu fisika adalah salah satu ilmu   yang harus dikuasai bagi mereka yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi terutama pada jurusan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Kondisi yang sama juga dialami para siswa ditempat saya mengajar yaitu di SMA Negeri 1 Sijuk. Pembelajaran fisika kurang menarik perhatian siswa sehingga siswa kurang fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Melihat kondisi tersebut saya sebagai guru berinisiatif untuk membuat pelajaran lebih menarik dengan memanfaatkan game Angry Bird sebagai perangkat kegiatan praktikum khususnya pada konsep gerak benda. Dengan memanfaatkan game Angry Bird diharapkan siswa lebih bersemangat dalam mempelajari fisika dan te...

Pendidikan Kesetaraan Berbasis Proyek : Ekoenzim untuk Kecakapan Hidup

Pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari pendidikan non formal memiliki peranan yang sangat strategis dalam meyediakan akses pendidikan yang lebih inklusif dan kontekstual bagi masyarakat. Praktik pendidikan di program kesetaraan umumnya masih cendrung bersifat teoritis dan kurang mengaitkan kegiatan belajar dengan kehidupan nyata murid dalam hal ini warga belajar. Kondisi tersebut berakibat pada rendahnya keterlibatan dan makna belajar itu sendiri, untuk itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan dan kecakapan hidup dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, isu lingkungan khususnya pengelolaan sampah organik menjadi masalah yang semakin aktual di negara kita. Sampah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayur masih belum termanfaatkan secara optimal sehingga pengolahannya baru sebatas dibuang atau dibakar. Aktivitas membuang  atau membakar sisa sampah organik berpotensi mencemari lingkungan serta emisi gas rumah kaca. Kegiatan membua...

Antara Sisa Makanan, Kompos Tank dan Kandang Ayam

Satu tahun lalu, awal maret 2025 saya bersama keluarga (istri dan anak) memasuki babak baru kehidupan. Akhirnya kami pindah ke rumah yang baru selesai kami bangun, lokasinya bersebelahan dengan rumah mertua. Setelah beberapa tahun tinggal bersama mertua, Alhamdulillah akhirnya kami bisa memiliki rumah sendiri.  Sebagai keluarga yang baru pindah, kami seperti menemukan babak baru dalam kehidupan. Kami mulai belajar mengatur keuangan, cucian, masak sampai pada urusan pengelolaan sampah domestik rumah kami. Sejak awal saya dan istri berkomitmen untuk megolah sendiri sisa sampah dapur kami. Langkah awal yang kami lakukan adalah dengan memisahkan sampah organik (sisa makanan, sayur dan lain-lain) dengan sampah non-organik seperti plastik kemasan, keresek dan botol. Setiap hari kami pisahkan agar lebih mudah dalam mengolahnya. Seingatku diawal kami pindah rumah, seringkali kami memasak melebihi kebutuhan keluarga, hal ini berakibat pada sisa makanan yang menumpuk dan terpakasa harus kami...