Skip to main content

Menggunakan Aplikasi VidAnalysis dalam Pembelajaran Materi Gerak

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat membantu proses belajar mengajar dan memudahkan guru dalam menyampaikan konsep dan pembelajaran kepada murid. Teknologi dalam pembelajaran sering juga disebut sebagai media pembelajaran berbasis digital. Menurut Larasati dkk (2024) Media pembelajaran dapat didefinisikan sebagai alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan informasi, konsep atau pengetahuan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran digital merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang merupakan pengembangan dari media pembelajaran konvensional, penggunaan teknologi yang tepat dalam pembelajaran dapat memberikan dampak yang baik bagi proses pembelajaran. Peranan seorang guru menjadi penting, sebagai subjek perancang pembelajaran dalam menerapkan teknologi saat pembelajaran, sehingga dapat digunakan secara efektif.

Pengembangan aplikasi media pembelajaran berbasis teknologi membawa dampak yang besar bagi transformasi di dunia pendidikan. Media berbasis teknologi memungkinkan guru merancang pembelajaran dengan mengembangan berbagai bentuk media pembelajaran yang interaktif, dinamis dan praktis. Media pembelajaran berbasis teknologi digital dapat diakses dengan mudah melalui gawai atau ponsel pintar, misalnya berbagai fitur dan aplikasi yang tersedia di playstore, memungkinkan guru merancang pembelajarannya sendiri sesuai kebutuhan belajar muridnya. Salah satu aplikasi yang pernah saya gunakan dalam pembelajaran adalah VidAnalysis. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan salah satu konsep fisika tentang gerak. Aplikasi VidAnalysis mampu mentracking gerak benda dan mengkonversinya menjadi berbagai besaran fisika terkait gerak seperti percepatan, kecepatan, posisi benda melalui tabel dan grafik ditayangkan secara otomatis setelah proses analisis video dilakukan.

Kegiatan Belajar

Kegiatan pertama yang saya lakukan adalah dengan merancang pembelajaran melalui kegiatan eksperimen pembelajaran di luar kelas, di pertemuan sebelumnya saya meminta murid untuk membuat kelompok yang terdiri dari 3 orang siswa dan meminta mereka membawa alat yang akan digunakan untuk kegiatan eksperimen. Alat yang digunakan dalam pembelajaran yaitu sebuah gawai yang sudah terpasang aplikasi VidAnalysis, tripod dan sebuah bola kasti (bisa juga menggunakan benda lain). Saat pembelajaran berlangsung saya mengajak murid keluar kelas dan menjelaskan rencana belajar yang akan dilakukan. Saya mulai dengan mengajak murid membuat sebuah garis sebagai acuan dan patokan. Garis tersebut saya buat menggunakan sebuah tali yang diletakan diatas tanah. Panjang talinya sekitar 2 meter, setelah tali terpasang lalu saya meminta murid untuk berdiri di kedua ujung tali tersebut. Satu murid memegang bola dan yang lainnya bertugas untuk menangkap bola. Sebelum melempar bola ke murid yang lain, saya minta 1 murid lagi untuk merekam video menggunakan gawai miliknya, posisi ketiga murid tersebut membentuk sebuah segitiga, dua orang murid berada diantara garis, sementara satu murid lainnya merekam video dengan jarak 2,5 meter dari kedua murid tersebut. Agar video stabil saya meminta mereka menggunakan tripod untuk meletakan gawainya.

Kamera gawai siap sedia merekam video, salah satu murid melempar bola berbentuk parabola (gerak parabola) lalu dengan sigap murid yang lain menangkap bola tersebut. Saat kegiatan eksperimen berlangsung ada beberapa murid yang tidak bisa menangkap bola, dikarenakan bola dilempar terlalu kencang atau terlalu lambat, sehingga sulit untuk ditangkap. Melihat temannya tidak bisa menangkap bola beberap murid lain yang menyaksikan ikut tertawa. Pembelajaran yang dilakukan dengan pendekatan eksperimen menggunakan bantuan teknologi berlangsung secara dua arah antara saya dan murid, kegiatan belajar menjadi lebih rileks namun tetap menantang. Setelah video diambil, selanjutnya saya meminta murid menganalisis video yang sudah direkam menggunakan aplikasi VidAnalysis. Cara menganalisis video menggunakan aplikasi VidAnalysis akan saya bahas di tulisan berikutnya.

Kegiatan belajar yang sudah dilaksanakan dengan pemanfaatan teknologi dapat membantu saya dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. Guru juga dapat berperan sebagai fasilitator pembelajaran dan pembelajaran menjadi lebih interaktif.

Comments

Popular posts from this blog

Game Angry Bird Sebagai Media Pembelajaran Fisika Pada Praktikum Gerak Parabola

Oleh : Virandy Putra Pembelajaran Fisika merupakan salah satu pelajaran yang paling dihindari oleh siswa. Bahkan Fisika merupakan pelajaran yang paling sulit diantara pelajaran yang lainnya, sehingga banyak siswa yang kurang bersemangat dalam belajar. Keadaan ini sungguh ironis mengingat ilmu fisika adalah salah satu ilmu   yang harus dikuasai bagi mereka yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi terutama pada jurusan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Kondisi yang sama juga dialami para siswa ditempat saya mengajar yaitu di SMA Negeri 1 Sijuk. Pembelajaran fisika kurang menarik perhatian siswa sehingga siswa kurang fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Melihat kondisi tersebut saya sebagai guru berinisiatif untuk membuat pelajaran lebih menarik dengan memanfaatkan game Angry Bird sebagai perangkat kegiatan praktikum khususnya pada konsep gerak benda. Dengan memanfaatkan game Angry Bird diharapkan siswa lebih bersemangat dalam mempelajari fisika dan te...

Pendidikan Kesetaraan Berbasis Proyek : Ekoenzim untuk Kecakapan Hidup

Pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari pendidikan non formal memiliki peranan yang sangat strategis dalam meyediakan akses pendidikan yang lebih inklusif dan kontekstual bagi masyarakat. Praktik pendidikan di program kesetaraan umumnya masih cendrung bersifat teoritis dan kurang mengaitkan kegiatan belajar dengan kehidupan nyata murid dalam hal ini warga belajar. Kondisi tersebut berakibat pada rendahnya keterlibatan dan makna belajar itu sendiri, untuk itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan dan kecakapan hidup dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, isu lingkungan khususnya pengelolaan sampah organik menjadi masalah yang semakin aktual di negara kita. Sampah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayur masih belum termanfaatkan secara optimal sehingga pengolahannya baru sebatas dibuang atau dibakar. Aktivitas membuang  atau membakar sisa sampah organik berpotensi mencemari lingkungan serta emisi gas rumah kaca. Kegiatan membua...

Antara Sisa Makanan, Kompos Tank dan Kandang Ayam

Satu tahun lalu, awal maret 2025 saya bersama keluarga (istri dan anak) memasuki babak baru kehidupan. Akhirnya kami pindah ke rumah yang baru selesai kami bangun, lokasinya bersebelahan dengan rumah mertua. Setelah beberapa tahun tinggal bersama mertua, Alhamdulillah akhirnya kami bisa memiliki rumah sendiri.  Sebagai keluarga yang baru pindah, kami seperti menemukan babak baru dalam kehidupan. Kami mulai belajar mengatur keuangan, cucian, masak sampai pada urusan pengelolaan sampah domestik rumah kami. Sejak awal saya dan istri berkomitmen untuk megolah sendiri sisa sampah dapur kami. Langkah awal yang kami lakukan adalah dengan memisahkan sampah organik (sisa makanan, sayur dan lain-lain) dengan sampah non-organik seperti plastik kemasan, keresek dan botol. Setiap hari kami pisahkan agar lebih mudah dalam mengolahnya. Seingatku diawal kami pindah rumah, seringkali kami memasak melebihi kebutuhan keluarga, hal ini berakibat pada sisa makanan yang menumpuk dan terpakasa harus kami...