Skip to main content

Mengajak Murid Merasakan Atmosfer Peneliti Melalui Kegiatan Kelas Riset

Edgar Dale dalam bukunya yang berjudul Audiovisual Methods in Teaching (1969) memberikan gambaran terkait dengan pengalaman belajar seseorang. Metode belajar yang melibatkan langsung dan menggunakan banyak indera didalam tubuh seseorang memberikan banyak pengalaman yang nyata, hal ini tentunya baik dalam proses mengingat pelajaran. Kegiatan belajar diluar kelas sangat dianjurkan oleh pemerintah, terlebih lagi kurikulum merdeka yang dicanangkan pemerintah memberikan kesempatan yang luas bagi guru untuk merancang proses pembelajaran, tidak hanya didalam kelas namun juga di luar kelas. 

Pengalaman nyata dapat dilakukan melalui kegiatan belajar secara langsung, kegiatan belajar dengan konsep learning by doing (belajar dengan melakukan) tentunya membuat kesan pembelajaran yang baik bagi murid juga mampu memberikan pemahaman yang lebih seperti yang disampaikan Dale didalam bukunya.

Beruntung sekali sekolah kami SMA Negeri 1 Sijuk diberikan kesempatan untuk mengikuti program Biodiversity Nature Class yang diadakan oleh Lenggang Ecopark bekerja sama dengan Belitung Biodiversity Observer. Sebuah kelas riset yang diadakan oleh Lenggang Ecopark untuk mengenalkan kepada anak sekolah  bagaimana cara melakukan riset dibidang biodiversitas atau keankeragaman hayati. Kegiatan yang dilaksanakan di Lenggang Ecopark diawali dengan pemberian materi oleh Akbar Alfarisyi di bidang riset keanekaragaman hayati khususnya pada capung, lalu dilanjutkan oleh Jaya dan Wanda di bidang perikanan, khususnya ikan hias air tawar yang ada di pulau Belitung.



Setelah murid mendapatkan materi dari ketiga pembicara mereka lalu diminta melakukan eksplorasi terhadap keaneragaman hayati yang ada di sekitar Lenggang ecopark. Pertama-tama mereka membentuk 2 kelompok yang terdiri dari 5 orang murid disetiap kelompoknya. Kelompok pertama dipandu oleh Akbar Alfarisyi untuk mengamati beberapa jenis tanaman. Salah satu tanaman yang menarik perhatian murid, dan juga saya adalah Drosera yang merupakan tanaman pemakan serangga (karnivora). Tanaman Drosera  memikat serangga melalui tentakel kecil yang ada ditanaman tersebut, serangga yang terperangkap dicerna oleh tubuhnya yang digunakan untuk memberikan mineral dan nutrisi untuk tanaman Drosera itu sendiri. 



Murid sangat antusias dalam proses pembelajaran karena langsung praktik di lapangan. Program kelas riset memungkinkan murid untuk merasakan atmosfer sebagai peneliti, saya dapat merasakan itu berdasarkan observasi yang saya lakukan selama mendampingi murid. Kelompok yang kedua melakukan observasi dan pengambilan sampel ikan dilokasi danau yang juga masih di kawasan Lenggang Ecopark. Berbagai peralatan digunakan untuk pengambilan sampel seperti saok (jaring untuk menangkap ikan), wadah penyimpanan, plastik dan juga tudung saji--yang juga digunakan untuk menangkap ikan. Paling tidak ada 4 jenis spesies ikan yang terdapat di lokasi danau tersebut, namun yang juga cukup mengejutkan salah satu murid berhasil mengambil sampel ikan kaca atau ikan yang bentuk tubuhnya transparan, laporan ini menambah informasi terkait ikan yang ada di danau tersebut.

Setelah 1 jam melakukan eksplorasi di kawasan Lenggang Ecopark, selanjutnya murid diminta memfoto hasil sampling ikan yang ada di kawasan hasil foto ikan akan ditindaklanjuti di grup WA untuk dicari kunci determinasi dari spesies tersebut. 

Sebelum pulang kami semua berfoto di rumah keong dan juga terakhir murid diminta untuk menanam pohon kayu manis di lokasi Lenggang Ecopark. Program kemitraan seperti ini sangat baik dilakukan karena dapat membantu murid dalam kegiatan belajar di luar ruangan, dan tentunya sangat baik jika dilanjutkan pada kesempatan lain.



Comments

Popular posts from this blog

Game Angry Bird Sebagai Media Pembelajaran Fisika Pada Praktikum Gerak Parabola

Oleh : Virandy Putra Pembelajaran Fisika merupakan salah satu pelajaran yang paling dihindari oleh siswa. Bahkan Fisika merupakan pelajaran yang paling sulit diantara pelajaran yang lainnya, sehingga banyak siswa yang kurang bersemangat dalam belajar. Keadaan ini sungguh ironis mengingat ilmu fisika adalah salah satu ilmu   yang harus dikuasai bagi mereka yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi terutama pada jurusan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Kondisi yang sama juga dialami para siswa ditempat saya mengajar yaitu di SMA Negeri 1 Sijuk. Pembelajaran fisika kurang menarik perhatian siswa sehingga siswa kurang fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Melihat kondisi tersebut saya sebagai guru berinisiatif untuk membuat pelajaran lebih menarik dengan memanfaatkan game Angry Bird sebagai perangkat kegiatan praktikum khususnya pada konsep gerak benda. Dengan memanfaatkan game Angry Bird diharapkan siswa lebih bersemangat dalam mempelajari fisika dan te...

Pendidikan Kesetaraan Berbasis Proyek : Ekoenzim untuk Kecakapan Hidup

Pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari pendidikan non formal memiliki peranan yang sangat strategis dalam meyediakan akses pendidikan yang lebih inklusif dan kontekstual bagi masyarakat. Praktik pendidikan di program kesetaraan umumnya masih cendrung bersifat teoritis dan kurang mengaitkan kegiatan belajar dengan kehidupan nyata murid dalam hal ini warga belajar. Kondisi tersebut berakibat pada rendahnya keterlibatan dan makna belajar itu sendiri, untuk itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan dan kecakapan hidup dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, isu lingkungan khususnya pengelolaan sampah organik menjadi masalah yang semakin aktual di negara kita. Sampah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayur masih belum termanfaatkan secara optimal sehingga pengolahannya baru sebatas dibuang atau dibakar. Aktivitas membuang  atau membakar sisa sampah organik berpotensi mencemari lingkungan serta emisi gas rumah kaca. Kegiatan membua...

Antara Sisa Makanan, Kompos Tank dan Kandang Ayam

Satu tahun lalu, awal maret 2025 saya bersama keluarga (istri dan anak) memasuki babak baru kehidupan. Akhirnya kami pindah ke rumah yang baru selesai kami bangun, lokasinya bersebelahan dengan rumah mertua. Setelah beberapa tahun tinggal bersama mertua, Alhamdulillah akhirnya kami bisa memiliki rumah sendiri.  Sebagai keluarga yang baru pindah, kami seperti menemukan babak baru dalam kehidupan. Kami mulai belajar mengatur keuangan, cucian, masak sampai pada urusan pengelolaan sampah domestik rumah kami. Sejak awal saya dan istri berkomitmen untuk megolah sendiri sisa sampah dapur kami. Langkah awal yang kami lakukan adalah dengan memisahkan sampah organik (sisa makanan, sayur dan lain-lain) dengan sampah non-organik seperti plastik kemasan, keresek dan botol. Setiap hari kami pisahkan agar lebih mudah dalam mengolahnya. Seingatku diawal kami pindah rumah, seringkali kami memasak melebihi kebutuhan keluarga, hal ini berakibat pada sisa makanan yang menumpuk dan terpakasa harus kami...