Skip to main content

Kunjungan Gubernur ke Sekolah Kami : Dari Motivasi Bela Negara Sampai Bernyanyi Bersama

Gubernur Berfoto Bersama Siswi dari Eskul Tari

Beberapa waktu yang lalu sekolah kami kedatangan orang no. 1 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bapak Erzaldi Rosman (Gubernur Prov. Babel), dalam kunjungan kerja beliau di beberapa titik di pulau Belitung salah satu yang menjadi lokasi kunjungannya adalah sekolah kami.
***
Sekitar 4 hari sebelum kujungan kami kedatangan tamu dari Badan Kesbangpol untuk memberikan informasi terkait kunjungan beliau, hari itu kebetulan saya dan Bu Wini yang menyambut beliau. Ibu kepala sekolah hari itu sedang ada kegiatan diluar, sehingga kami ditugaskan beliau untuk mewakili beliau. 

Sebetulnya kami agak gelagapan karena perisiapan untuk menyambut beliau, hanya 4 hari saja, namun semua kegiatan penyambutan harus dilaksanakan sebaik mungkin. Setelah menggelar rapat dengan dewan guru, staf tata usaha dan semua civitas akademika SMA Negeri 1 Sijuk, akhirnya kami siap melakukan penyambutan Pak Gubernur.

Tari Selamat Datang oleh Siswi SMA Negeri 1 Sijuk
 Pagi itu Gubernur datang sekitar pukul 09.00. pagi-pagi sekali sudah ada beberapa orang tim dari Provinsi yang sudah meninjau ke lokasi untuk memastikan semua berjalan lancar. Iringan musik tari selamat datang "dimainkan" lalu 5 orang siswi berpakain cerah menari berirama diiringi musik khas melayu Belitong, tanda uacapan selamat datang kepada Pak Gubernur.

Ibu Kelapa Sekolah dengan Gubernur beserta Stafnya
Setelah disambut oleh tari selamat datang, Gubernur lalu dipersilahkan menuju panggung "lesehan" yang telah disediakan oleh sekolah. Acara dimulai dengan sambutan kepala sekolah (Bu Eny) lalu dilanjutkan oleh Gubernur. 

Saya masih ingat waktu itu, Gubernur dalam sambutannya sangat humoris sekali, namun beliau sangat tegas dan disiplin. Beliau senang dengan murid-murid yang duduk rapi dan tampak sigap, hehehe.

Beberapa hal yang beliau sampaikan saat memberikan materi ke siswa adalah mengenai bahayanya nikah muda, pergaulan bebas dan bahkan sangat menekankan bahayanya stunting (kekerdilan). Jika melihat statistik kasus stunting di Indonesia dan khususnya di Babel dinilai masih cukup besar. Hal ini dikarenakan kasus nikah muda yang juga cukup besar. Saat belum memasuki usia nikah, ada kemungkinan besar anak yang dilahirkan nanti mengalami stunting.

Beliau juga menyampaikan pentingnya bela negara. Bela negara di kalangan pelajar salah satunya adalah dengan belajar yang sungguh-sungguh. Sungguh besar tantangan kedepannya, jika tidak serius dalam belajar begitu kata beliau.

Ibu Kepala Sekolah dengan Gubernur
 
Siswa SMA Negeri 1 Sijuk sedang mendengarkan pengarahan dari Pak Gubernur

Diakhir sesi Pak Gubernur juga iku bernyanyi bersama-sama siswa. Lagu Favorit beliau diantaranya Menunggu Kamu dari Anji dan Lagu Panah Asmara dari Afgan. Siswa ikut bernyanyi, saya juga ikut bernyanyi, suara fals ku tersamarkan karena riuhnya suara siswa bernyanyi, tidak hanya bernyanyi beliau juga memberikan reward kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan. :) 

Berfoto Selfie bersama murid-murid

Foto-foto untuk meramaikan sosial media :)


Terakhir Bapak Ibu Guru juga mau Eksis



Comments

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Game Angry Bird Sebagai Media Pembelajaran Fisika Pada Praktikum Gerak Parabola

Oleh : Virandy Putra Pembelajaran Fisika merupakan salah satu pelajaran yang paling dihindari oleh siswa. Bahkan Fisika merupakan pelajaran yang paling sulit diantara pelajaran yang lainnya, sehingga banyak siswa yang kurang bersemangat dalam belajar. Keadaan ini sungguh ironis mengingat ilmu fisika adalah salah satu ilmu   yang harus dikuasai bagi mereka yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi terutama pada jurusan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Kondisi yang sama juga dialami para siswa ditempat saya mengajar yaitu di SMA Negeri 1 Sijuk. Pembelajaran fisika kurang menarik perhatian siswa sehingga siswa kurang fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Melihat kondisi tersebut saya sebagai guru berinisiatif untuk membuat pelajaran lebih menarik dengan memanfaatkan game Angry Bird sebagai perangkat kegiatan praktikum khususnya pada konsep gerak benda. Dengan memanfaatkan game Angry Bird diharapkan siswa lebih bersemangat dalam mempelajari fisika dan te...

Pendidikan Kesetaraan Berbasis Proyek : Ekoenzim untuk Kecakapan Hidup

Pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari pendidikan non formal memiliki peranan yang sangat strategis dalam meyediakan akses pendidikan yang lebih inklusif dan kontekstual bagi masyarakat. Praktik pendidikan di program kesetaraan umumnya masih cendrung bersifat teoritis dan kurang mengaitkan kegiatan belajar dengan kehidupan nyata murid dalam hal ini warga belajar. Kondisi tersebut berakibat pada rendahnya keterlibatan dan makna belajar itu sendiri, untuk itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan dan kecakapan hidup dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, isu lingkungan khususnya pengelolaan sampah organik menjadi masalah yang semakin aktual di negara kita. Sampah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayur masih belum termanfaatkan secara optimal sehingga pengolahannya baru sebatas dibuang atau dibakar. Aktivitas membuang  atau membakar sisa sampah organik berpotensi mencemari lingkungan serta emisi gas rumah kaca. Kegiatan membua...

Antara Sisa Makanan, Kompos Tank dan Kandang Ayam

Satu tahun lalu, awal maret 2025 saya bersama keluarga (istri dan anak) memasuki babak baru kehidupan. Akhirnya kami pindah ke rumah yang baru selesai kami bangun, lokasinya bersebelahan dengan rumah mertua. Setelah beberapa tahun tinggal bersama mertua, Alhamdulillah akhirnya kami bisa memiliki rumah sendiri.  Sebagai keluarga yang baru pindah, kami seperti menemukan babak baru dalam kehidupan. Kami mulai belajar mengatur keuangan, cucian, masak sampai pada urusan pengelolaan sampah domestik rumah kami. Sejak awal saya dan istri berkomitmen untuk megolah sendiri sisa sampah dapur kami. Langkah awal yang kami lakukan adalah dengan memisahkan sampah organik (sisa makanan, sayur dan lain-lain) dengan sampah non-organik seperti plastik kemasan, keresek dan botol. Setiap hari kami pisahkan agar lebih mudah dalam mengolahnya. Seingatku diawal kami pindah rumah, seringkali kami memasak melebihi kebutuhan keluarga, hal ini berakibat pada sisa makanan yang menumpuk dan terpakasa harus kami...