Skip to main content

Temu Pendidik Nusantara #CatatanPerjalanan Part 1

Siang itu cuaca cukup panas Jumat 13 oktober 2017, sekitar pukul 11.00 aku berangkat dari rumah menuju Bandara Hanandjoedin Tanjungpandan. Tujuan ku kali ini adalah untuk mengikuti acara Temu Pendidik Nusantara 2017 #TPN2017 yang diadakan di Pasar Minggu Jakarta Selatan. Temu Pendidik Nusantara merupakan ajang tahunan dari komunitas guru belajar yang ada didaerah. Aku sendiri diundang untuk menjadi pembicara dan juga sebagai peserta diacara tersebut, suatu pengalaman baru tentunya bertemu dengan guru-guru diberbagai daerah. 

Meski sempat ada  masalah dalam proses keberangkatan menuju bandara, dikarenakan kondisi cuaca yang tiba-tiba hujan. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk pulang dulu kerumah. Hingga Ba'da Sholat Jumat, masih juga belum ada tanda-tanda hujan mau reda. Akhirnya akupun "nekat" untuk menerobos hujan dan berangkat menggunakan jas hujan.

Pukul 13.00 Check in dan akhirnya pukul 13.30 aku pun bertolak menuju Jakarta. Perjalan udara 50 menit perjalanan. Kurang lebih pukul 14.30 akupun sudah berada di pintu keluar Bandara Soekarno Hatta.

Tujuanku yang pertama adalah kediaman Mas Irfan. Mas Irfan ini adalah kakak kelasku sewaktu kuliah, saat ini dia mengajar  disalah satu sekolah islam tingkat SMA yang ada di Jakarta. Mas Irfan berpesan untuk menuju rumahnya di Jati Asih, maka aku disarankan naik taksi Online. Namun dikarenakan  aku belum pernah menggunakan taksi online akhirnya aku memutuskan naik Bus jurusan Bekasi Barat kemudian berhenti di Jati Bening.

Dari Jati Bening aku harus naik Ojek konvensional untuk menuju Jati Asih, selama perjalan Bapak tukang Ojek ngebut gak karuan-karuan. Aku yang masih kebingungan melihat Jakarta cuma bisa diam saja sambil was-was ada polisi, karena memang aku tidak menggunakan Helm-ini gara-gara bapak tukang Ojek yang hanya mempunyai satu helm.

Setelah mutar-mutar Jati Asih, akhirnya akupun menemukan kediaman Mas Irfan. Malam harinya akupun banyak mengobrol soal kuliah dulu, soal keluarga, pekerjaan sampai masalah politik dan agama. Kritis dan analitis, begitulah Mas Irfan dari sejak dulu aku mengenalnya.

Pukul 21.30 akupun harus segera tidur dan istirahat, karena besok aku akan bertolak menuju pasar minggu, tepatnya di SD 08 Pasar Minggu, untuk megikuti pembukaan kegiatan Temu Pendidik Nusantara 2017.

Comments

Popular posts from this blog

Game Angry Bird Sebagai Media Pembelajaran Fisika Pada Praktikum Gerak Parabola

Oleh : Virandy Putra Pembelajaran Fisika merupakan salah satu pelajaran yang paling dihindari oleh siswa. Bahkan Fisika merupakan pelajaran yang paling sulit diantara pelajaran yang lainnya, sehingga banyak siswa yang kurang bersemangat dalam belajar. Keadaan ini sungguh ironis mengingat ilmu fisika adalah salah satu ilmu   yang harus dikuasai bagi mereka yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi terutama pada jurusan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Kondisi yang sama juga dialami para siswa ditempat saya mengajar yaitu di SMA Negeri 1 Sijuk. Pembelajaran fisika kurang menarik perhatian siswa sehingga siswa kurang fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Melihat kondisi tersebut saya sebagai guru berinisiatif untuk membuat pelajaran lebih menarik dengan memanfaatkan game Angry Bird sebagai perangkat kegiatan praktikum khususnya pada konsep gerak benda. Dengan memanfaatkan game Angry Bird diharapkan siswa lebih bersemangat dalam mempelajari fisika dan te...

Pendidikan Kesetaraan Berbasis Proyek : Ekoenzim untuk Kecakapan Hidup

Pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari pendidikan non formal memiliki peranan yang sangat strategis dalam meyediakan akses pendidikan yang lebih inklusif dan kontekstual bagi masyarakat. Praktik pendidikan di program kesetaraan umumnya masih cendrung bersifat teoritis dan kurang mengaitkan kegiatan belajar dengan kehidupan nyata murid dalam hal ini warga belajar. Kondisi tersebut berakibat pada rendahnya keterlibatan dan makna belajar itu sendiri, untuk itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan dan kecakapan hidup dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, isu lingkungan khususnya pengelolaan sampah organik menjadi masalah yang semakin aktual di negara kita. Sampah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayur masih belum termanfaatkan secara optimal sehingga pengolahannya baru sebatas dibuang atau dibakar. Aktivitas membuang  atau membakar sisa sampah organik berpotensi mencemari lingkungan serta emisi gas rumah kaca. Kegiatan membua...

Antara Sisa Makanan, Kompos Tank dan Kandang Ayam

Satu tahun lalu, awal maret 2025 saya bersama keluarga (istri dan anak) memasuki babak baru kehidupan. Akhirnya kami pindah ke rumah yang baru selesai kami bangun, lokasinya bersebelahan dengan rumah mertua. Setelah beberapa tahun tinggal bersama mertua, Alhamdulillah akhirnya kami bisa memiliki rumah sendiri.  Sebagai keluarga yang baru pindah, kami seperti menemukan babak baru dalam kehidupan. Kami mulai belajar mengatur keuangan, cucian, masak sampai pada urusan pengelolaan sampah domestik rumah kami. Sejak awal saya dan istri berkomitmen untuk megolah sendiri sisa sampah dapur kami. Langkah awal yang kami lakukan adalah dengan memisahkan sampah organik (sisa makanan, sayur dan lain-lain) dengan sampah non-organik seperti plastik kemasan, keresek dan botol. Setiap hari kami pisahkan agar lebih mudah dalam mengolahnya. Seingatku diawal kami pindah rumah, seringkali kami memasak melebihi kebutuhan keluarga, hal ini berakibat pada sisa makanan yang menumpuk dan terpakasa harus kami...